Rabu, 18 Januari 2017

Pengantar teknologi sisten cerdas Tugas 4

Pengantar Teknologi Sistem Cerdas.
Nama :Irma Fazriyah/15114461
Kelas: 3KA26
Dosen: Imam Ahmad Tri Nugroho S.T, MM.SI

TUGAS 4

1.PENGERTIAN AI (Artificial Integent)

Kecerdasan Buatan / Sistem Cerdas / Intelegensi Buatan / Artificial Intelligence merupakan cabang terpenting dalam dunia komputer. Komputer bukan hanya sebagai alat hitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan \untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan untuk menalar dengan baik. Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.
Konsep Kecerdasan Buatan
      •     Turing Test : Metode pengujian kecerdasan. Proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai.
      •     Pemrosesan Simbolik : Sifat penting dari AI adalah AI merupakan bagian ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah.
      •     Heuristic : Menemukan (Yunani). Suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang problem secara efektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan di sepanjjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.
      •     Inferensi (Penarikan Kesimpulan) : AI mencoba membuat mesin memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan (reasoning), termasuk didalmnya prose (inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristik, dll.
      •     Pencocokkan Pola (Pattern Matching) : Berusaha untuk menjelaskan obyek, kejadian (events) atau proses, dalam hubungan logic atau komputasional.



2.PERBEDAAN KECERDASAN ALAMI DAN BUATAN


Keuntungan Kecerdasan Buatan : 


      •  Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
      •  Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain
      • Kecerdasan buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
      •  Kecerdasan buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan busatan adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
      •  Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
      • Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan kecerdasan alami
      • Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan kecerdasan alami.

Keuntungan kecerdasan alami:

      •  Kreatif. Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada kecerdasan buatan, untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun
      •  Kecerdasan alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik
      •  Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.


3.SEJARAH Artificial Intelegent


1.       Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan informasi.
2.       Masa Persiapan AI (1943 – 1956)
Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitt mengemukakan tiga hal : pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf dalam otak, analisa formal tentang logika proposisi, dan teori komputasi Turing. Mereka berhasil membuat suatu model yaitu sel syaraf tiruan
3.       Awal Perkembangan AI (1952 – 1969)
Pada tahun-tahun pertama perkembangannya, AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newell dan Simon dengan ssebuah program yang disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi.
4.       Perkembangan AI Melambat (1966 – 1974)
        •   Perkembangan AI melambat disebabkan adanya 3 kesulitan utama yang dihadapi AI, yaitu :
        • Program-program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan (knowledge) pada subjeknya.
        •  Ada beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia.
5.       Sistem Berbasis Pengetahuan (1969 – 1979)
Pengetahuan adalah kekuatan pendukung AI.
Contoh :    Dendral Programs yang berfokus pada segi pengetahuan kimia.

6.       AI Menjadi Sebuah Industri (1980 – 1988)
7.       Kembalinya Jaringan Syaraf Tiruan (1986 – sekarang)



4.Empat Dasar Kategori di konsep dasar AI (Kecerdasan Buatan)
      • Acting Humanly  yaitu sistem dengan pendekatan menirukan tingkah laku manusia.
      • Thinking Humanly yaitu sistem yang menangkap pemikiran psikologis, misalnya melalui eksperimen.
      • Thinking Rationally, yaitu sistem dengan penalaran komputasi
      • Acting Rationally, yaitu sistem yang melakukan aksi menciptakan suatu robotika cerdas untuk menggantikan tugas manusia

5.DISIPLIN ILMU (AI)

Jenis-Jenis kecerdasan BuatanDalam perkembangannya kecerdasan buatan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
      • Sistem Pakar (Expert System), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
      •  Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa indonesia, dan sebagainya.
      •  Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
      •  Robotika & Sistem Sensor.
      •  Computer Vision, menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.
      •  Intelligent Computer-Aided Instruction, komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih & mengajar.
      • Game Playing.
      • Soft Computing



6.NATURAL LANGUAGE PROCESSING (NLP)
 
Secara alami, kita (manusia) tidak menggunakan kata-kata tanpa suatu urutan atau struktur. Kita menggunakan kata-kata dalam kalimat, yang memiliki semantik dan dan struktur sintaksis. Teknik-teknik otomatis (seperti teks mining) harus mencari cara untuk melebihi kemampuan interpretasi ‘bag-of-words’ dan menyatukan makin lama makin banyak struktur semantik dalam operasinya.
 Trend saat ini dalam text mining mengarah untuk selalu memasukkan banyak fitur-fitur canggih yang bisa diperoleh dengan menggunakan pemrosesan bahasa alami (natural language processing).Natural language atau Bahasa alami dapat mendapatkan dan memahami informasi yang ambigu bahkan berantakan yang biasa digunakan oleh manusia dan biasanya hanya manusia yang dapat mengerti.

7.   Model Bahasa
Model bahasa probabilitas berdasarkan n-gram memulihkan jumlah yang mengejutkan informasi tentang sebuah bahasa. Mereka dapat melakukan baik pada tugas-tugas yang bearagam sebagai identifikasi bahasa, koreksi ejaan, aliran klasifikasi, dan entitas bernama-pengakuan.Model bahasa ini dapat memiliki jutaan fitur, sehingga pilihan fitur dan preprocessing data untuk mengurangi kebisingan adalah penting.



8.   Teks Klasifikasi
Klasifikasi teks dapat dilakukan dengan naif Bayes n-model gram atau dengan algoritma klasifikasi apa pun yang sebelumnya telah dibahas. Kalsifikasi juga dapat dilihat sebagai masalah dalam kompresi data.
ada 3 (tiga) aspek utama pada teori pemahaman mengenai natural language:

  1. ·Syntax: menjelaskan bentuk dari bahasa. Syntax biasa dispesifikasikan oleh sebuah grammar. Natural language jauh lebih daripada formal language yang digunakan untuk logika kecerdasan buatan dan program komputer
  2. ·Semantics: menjelaskan arti dari kalimat dalam satu bahasa. Meskipun teori semantics secara umum sudah ada, ketika membangun sistem natural language understanding untuk aplikasi tertentu, akan digunakan representasi yang paling sederhana.
  3.  Pragmatics: menjelaskan bagaimana pernyataan yang ada berhubungan dengan dunia. Untuk memahami bahasa, agen harus mempertimbangan lebih dari hanya sekedar kalimat. Agen harus melihat lebih ke dalam konteks kalimat, keadaan dunia, tujuan dari speaker dan listener, konvensi khusus, dan sejenisnya.
9.   Pengambilan Informasi
pekerjaan untuk menemukan dokumen yang relevan dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh user, yang paling popular adalah search engine pada World Wide Web. Seorang pengguna Web bisa menginputkan query berupa kata apapun ke dalam sebuah search engine dan melihat hasil dari pencarian yang relevan. Karakteristik dari sebuah sistem IR (Russel & Norvig, 2010) diantaranya adalah:

·         A corpus of documents. Setiap sistem harus memutuskan dokumen yang ada akan diperlakukan sebagai apa. Bisa sebagai sebuah paragraf, halaman, atau teks multipage.
·         Queries posed in a query language. Sebuah query menjelaskan tentang apa yang user ingin peroleh. Query language dapat berupa list dari kata-kata, atau bisa juga menspesifikasikan sebuah frase dari kata-kata yang harus berdekatan
·         A result set. Ini adalah bagian dari dokumen yang dinilai oleh sistem IR sebagai yang relevan dengan query.
·         A presentation of the result set. Maksud dari bagian ini adalah tampilan list judul dokumen yang sudah di ranking.Pengambilan informasi adalah tugas mencari dokumen-dokumen yang relevan sesuai dengan kebutuhan pengguna untuk informasi. Contoh sistem pengambilan informasi adalah pada World Wide Web. Sistem pencarian informasi dapat dicirikan oleh :


10. EKSTRAKSI INFORMASI
Ekstraksi informasi adalah proses memperoleh pengetahuan dengan membaca sekilas teks dan mencari kejadian dari objek kelas tertentu. Dalam rangka meningkatnya kompleksitas dari beberapa dimensi dalam pendekatan ekstrasi informasi: deterministik ke stochastic, domain-spesifik untuk umum, kerajinan tangan untuk belajar, dan skala kecil untuk skala besar.

KESIMPULAN
Keberhasilan dan popularitas sangat bergantung pada perkembangan NLP baik dalam prosses menghasilan maupun memahami bahasa manusia. NLP memungkin ekstraksi berbagai features dari teks tak-terstruktur sehingga berbagai jenis teknik data mining bisa digunakan untuk mengekstrak pengetahuan (pola dan keterkaitan yang baru dan bermanfaat) darinya. Dalam arti tersebut, gampangnya, text mining adalah kombinasi NLP dan data mining.Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan ilmu komputer yang banyak membantu manusia dalam memahami kebutuhan dalam berbagai hal. Dengan mempelajari bagaimana suatu mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti layaknya manusia.



Source: 

 p_musa.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../KONSEP_DASAR_AI.pdf
 https://lppm.trigunadharma.ac.id/public/fileJurnal/160B2-OK-Jurnal9-MD-Kecerdasan%20Buatan.pdf
https://dkharaditiandi.wordpress.com/2014/02/05/artificial-intelligence-ai/
http://socs.binus.ac.id/2013/06/22/NATURAL-LANGUAGE-PROCESSING/
http://yuliana.lecturer.pens.ac.id/Kecerdasan%20Buatan/ppt/Pengenalan%20AI/Minggu1%20-%20Introduction%20to%20Artificial%20Intelligence.pdf
http://elista.akprind.ac.id/upload/files/4239_01-pertemuan1.pdf
https://rehulina.wordpress.com/2009/08/05/pengertian-kecerdasan-buatan/

Minggu, 13 November 2016

Tugas Peng Citra - membuat garis vertikal, horizontal, dan diagonal


Selamat membaca , pada kesempatan kali ini adalah membuat progrram garis. yaitu garis vertikal, horizontal, dan diagonal yang menggunakan bahasa pemrograman java menggunakan NET BEANS versi 6.7


Image result for gambar garis berwarna.

untuk selengkapnya silakan download

NAMA: IRMA FAZRIYAH
NPM: 15114461


klik > LaporanPDF Garis

Senin, 27 Juni 2016

BAB 27

PENDAHULUAN
Permasalahan manajemen adalah bertanggung jawab untuk pengelolaan semua masalah di IT infrastruktur. Proses ini meliputi analisis yang mendasar menghadapi resolusi masalah. Masalah manajemen ini bertanggung jawab melalui manajemen perubahan dan manajemen rilis samai resolusi yang diimplementasikan.
Masalah manajemen memberikan nilai bagi organisasi dengan menghindari, mengurangi dan memitigasi dampak bisnis yang merugikan dari masalah. Hal ini memungkinkan untuk memberikan layanan yang lebih lebih kuat.


MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan dari permasalahan manajemen adalah:
• untuk mencegah terjadinya  masalah dan insiden yang dihasilkan;
• untuk menghentikan terjadinya insiden berulang;
• untuk mengurangi dampak negatif dari insiden yang tidak bisa dicegah.

Persoalan manajemen ini, seperti kebanyakan proses, memiliki aspek reaktif dan proaktif. Dari perspektif reaktif, tujuan dari proses ini adalah untuk mengelola siklus hidup masalah dari identifikasi untuk eliminasi dengan menentukan akar penyebab dan kemudian menerapkan perubahan yang diperlukan untuk mencegah hal yang terulang . Dari perspektif proaktif, tujuan dari proses ini adalah untuk mencegah insiden di masa depan jika memungkinkan atau mengurangi dampak dari insiden yang tidak dapat dicegah.

KONSEP DASAR
MASALAH
Sebuah masalah adalah penyebab dari satu atau lebih insiden.

Model Masalah
Sebuah permasalahan model adalah ide yang mirip dengan model insiden. Model ini menyediakan pendekatan standar untuk mengatasi masalahnya.Perbedaan antara reaktif dan proaktif. Ada dua bagian dari manajemen masalah. Manajemen masalah reaktif merespon insiden dan masalah yang terjadi. Proaktif sisi manajemen masalah berkaitan dengan mencegah insiden dan masalah yang terjadi. Proaktif manajemen masalah sering dipicu oleh peningkatan pelayanan terus-menerus. Sebuah analogi yang baik adalah untuk mempertimbangkan gejolak tersebut. Setiap Fire Service akan menjadi terlibat dalam gejolak tsb. Ini adalah bagian reaktif dari peran mereka.
Semua Fire Service juga terlibat dalam pencegahan kebakaran dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan instalasi juga pengujian alarm asap dan sensor. Ini adalah sisi proaktif.
Masalah manajemen harus memiliki split yang sama, memastikan bahwa sumber daya terlibat dalam pencegahan masalah jangka panjang serta di sini dan sekarang respon reaktif terhadap masalah dan insiden. Hal ini sering sulit untuk melepaskan sumber daya ke sisi proaktif, terutama ketika tuntutan reaktif yang tinggi, tetapi proaktif pencegahan masalah yang memungkinkan organisasi untuk menjadi lebih dewasa di manajemen layanan mereka.

KEGIATAN UTAMA
Aliran proses manajemen masalah
Aliran proses manajemen masalah diilustrasikan pada Gambar 27.1 dan berisi
langkah-langkah berikut:
•        Proses masukan: proses ini datang kepada problem management  dari sejumlah sumber. Ini termasuk manajemen insiden, manajemen acara dan meja layanan. Selain itu, manajemen masalah proaktif dapat mengidentifikasi masalah. Pemasok dan proses lainnya seperti manajemen rilis, kapasitas manajemen dan manajemen ketersediaan mungkin juga menjadi sadar masalah.
•        Masalah deteksi: Masalah dapat dideteksi dalam banyak cara. Percaya bahwa satu atau lebih insiden yang disebabkan oleh masalah tertentu, daerah kedua dukungan lini dapat mengidentifikasi masalah ketika melakukan penanganan insiden. Masalah juga dapat dideteksi secara otomatis oleh layanan alat manajemen yang digunakan. Masalah manajemen proaktif akan mengidentifikasi masalah sering sebelum insiden terjadi.Demikian juga, lain seperti manajemen rilis dan manajemen ketersediaan akan menyadari masalah.
•   
Masalah logging: Sangat penting bahwa rincian lengkap tentang masalah dicatat.Analisis akan membiarkan ini terjadi dan akan memungkinkan perbandingan yang akan dibuat antara masalah. Semua insiden yang disebabkan oleh masalah harus dikaitkan dengan catatan masalah yang memungkinkan lingkup dan skala dampak yang akan dipastikan dengan mudah.Tanggal dan waktu bahwa semua masalah login harus dicatat dalam laporan perekaman.
•        Masalah kategorisasi: Penting untuk mengkategorikan masalah dan itu adalah direkomendasikan bahwa sistem yang sama digunakan sebagai diadopsi oleh insiden proses manajemen untuk setiap organisasi tertentu. Yang benar dan bermakna dikategorikan untuk diproduksi dan memungkinkan proaktif manajemen masalah untuk mengidentifikasi daerah-daerah untuk berkonsentrasi.
•        Masalah prioritas: Masalah yang harus diprioritaskan dalam cara yang sama seperti insiden. Tabel 27.1 menunjukkan sistem pengkodean prioritas masalah sederhana.Target kali penyelesaian masalah akan telah dialokasikan untuk masing-masing tingkat prioritas.Ini akan telah disepakati dengan bisnis dan dicatat dalam SLA. Salah satu faktor yang akan memberi makan ke dalam dampak dan urgensi masalah adalah tingkat terulangnya.
•        Masalah investigasi dan diagnosis: Tujuan dari penyelidikan dan fase diagnosis adalah untuk memastikan penyebab akar masalah. Prioritas dialokasikan untuk masalah harus mendorong jumlah sumber daya yang bekerja pada investigasi dan diagnosis. Prioritas harus dinilai ulang selama hidup masalah untuk memastikan kebenarannya.

Ada berbagai teknik pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk membantu diagnosismasalah. Ini termasuk:
o   Kepner dan Tregoe: Pendekatan logis untuk pemecahan masalah dimulai dengan mendefinisikan dan kemudian menjelaskan masalah. Kemungkinan penyebab ditetapkan, dan kemudian kemungkinan penyebab diuji dan akhirnya penyebab sebenarnya diverifikasi.
o   Analisis Kronologis: Pendekatan ini menetapkan semua hal yang memiliki terjadi di garis waktu. Hal ini membuat lebih jelas untuk melihat apa yang telah terjadi dan memungkinkan fokus pada bagian penting dari timeline.

o   Brainstorming: Mengumpulkan bersama-sama individu kunci yang terlibat dengan masalah di satu tempat dan memetakan semua kemungkinan penyebab (dan potensi kegiatan korektif). Sesi tersebut harus berada di bawah kendali

Jumat, 29 April 2016

Mengapa layanan desain?


Pada tugas kali ini pembahasan IT service management mencakup bab 2 yaitu the service life cycle subbabnya service desain dan akan menyinggung pembahasan why service desain.



MENGAPA LAYANAN DESAIN?

Tanpa adanya layanan desain yang memadai, layanan akan menjadi kurang stabil dan lebih
mahal untuk mempertahankan sesuatu dan kurang mendukung dalam kebutuhan bisnis bertransaksi kepada pelanggan. Selanjutnya pada tahap desain ini biaya adalah suatu kekurangan yang hampir
selalu lebih tinggi dari biaya yang seharusnya dikeluarkan

Tidak semua transaksi kegiatan memerlukan kegiatan layanan desain. Sebaliknya layanan ini disediakan
untuk perubahan yang 'signifikan'. Setiap organisasi seharusnya memutuskan definisi sendiri hal yang
'Signifikan' tersebut dan menggunakan proses perubahan manajemen untuk menilai signifikansi apa
pada setiap perubahan kegiatan layanan desain yang digunakan.

pelayananan desain yang baik akan memberikan berbagai manfaat bisnis yang membantu untuk
menggarisbawahi pentingnya layanan baru untuk memengaruhi suatu perubahan. Di bawah ini adalah ringkasan atau point menganai layanan desain:

  • Layanan ini memungkinkan meminimalisir pengeluaran biaya karna mendukung alokasi pembiayaan dari tingkat terkemukauntuk menurunkan total biaya kepemilikan (TCO).
  • Layanan yang secara konsisten memberikan tingkat kualitas dan keselarasanuntuk bisnis dan kebutuhan pelanggan.
  • Lebih cepat dan lebih mudah dalam pengenalan layanan baru dan perubahan.
  • Mengelola sesuatu yang lebih baik untuk menjamin kebutuhan sesuatu yang sah terhadap aturan hukum dan perusahaan danpelanggan.
  • Memiliki kemampuan pengukuran yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan secara berkelanjutan





Rendahnya tingkat perencanaan, persiapan dan manajemen adalah alasan umum dalam gagalnya perencanaan dan proyek-proyek,pada umumnya penyebaran layanan desain baru
pun berubah.ITIL membantu mencegah hal tersebut dengan cara  menawarkan bimbingan
tentang mempersiapkan dan merencanakan layanan proses ini kepada pelanggan (orang), produk dan mitra:
Hasil finalnya kemudian diuji coba dengan perencanaan terhadap layanan TI yang sedang berkembang.

Sumber:
http://dia_ragasari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4717 /Buku+-+ITServiceManagement.pdf


Kamis, 24 Maret 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi_Tugas 1

1.  DEFENISI MANAJEMEN OLEH PARA AHLI

a.  James A.F Stoner
Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi

b.  Peter F. Drucker
Menurut Peter, Manajemen adalah alat serbaguna untuk mengelola bisnis manajer dan mengelola pekerja dan pekerjaannya. Tujuannya Itu adalah agar masyarakat khususnya dapat membuat sumber daya produktif, yaitu dengan tanggung jawab untuk kemajuan ekonomi terorganisir.

Sumber:

https://gettingupman.wordpress.com/2013/01/07/beberapa-teori-menurut-para-ahli-tentang-manajemen/
http://ofiyantiputri.blogspot.co.id/2012/03/definision-of-bussines.html




2.  FUNGSI MANAJEMEN

    a.  POAC (Planning, Organizing, Actuating, Control)

Pengertian P.O.A.C. dalam ilmu Manajemen - Lengkap - Dunia Manajemen sebagian besar menggunakan POAC ( Planning, Organizing, Actuating dan Controlling ). Prinsip Manajemen POAC ini sangat banyak sekali digunakan oleh organisasi kecil maupun besar yang bertujan untuk lebih mengembangkan dan mengelola organisasi mereka.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai POAC.

1.  Planning

Planning adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu dan mengembangkan rencana aktivitas kerja dalam sebuah organisasi. Perencanaan merupakan proses yang penting dari segala bentuk fungsi Manajemen, karena tanpa adanya perencanaan semua fungsi-fungsi lainnya tidak akan dapat berjalan.

Dalam perencanaan, Terdapat beberapa faktor dalam Planning yang patut untuk dipertimbangkan, yaitu :

  • Specific, yaitu berarti sebuah perencanaan harus jelas apa maksut dan tujuanya beserta ruang lingkupnya.
  • Measurable, yaitu suatu tingkat keberhasilan yang harus dapat diukur dari program kerja dan rencana yang dibuat.
  • Achievable, yaitu sesuatu tersebut bisa tercapai dan diwujudkan, bukan hanya sekedar fiktif dan khayalan belaka.
  • Realistic, yaitu sesuatu yang sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada, harus seimbang tetapi tetap ada tantangan didalamnya.
  • Time, yaitu ada batas waktu yang jelas, sehingga bisa dinilai dan dievaluasi. 


2.  Organizing

Pengorganisasian ( Organizing ) adalah fungsi kedua dalam Manajemen. Organizing adalah proses kegiatan dalam menyusun struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Dengan demikian, hasil dari pengorganisasian itu berupa struktur organisasi.

Setiap tujuan disebuah organisasi pasti ingin dicapai, dan untuk meraih hal tersebut, pengorganisasian sangat berperan penting. Dalam sebuah perusahaan, pengorganisasian biasanya disusun dalam bentuk badan organisasi atau struktur organisasi, setelah tiu baru dipecah menjadi beberapa jabatan. Disinilah letak salah satu prinsip Manajemen yang membagi setiap tugas dan tanggung jawab dalam sebuah perusahaan yang dibebankan pada semua anggota organisasi menurut skill dan kemampuan masing-masing individu.

3. Actuating

Actuating ( Pelaksanaan ) adalah suatu tindakan yang mengusahakan agar semua perencanaan dan tujuan perusahaan bisa terwujud dengan baik dan seperti yang diharapkan. Jadi, pelaksanaan merupakan suatu upaya yang menggerakkan orang-orang untuk mau bekerja dengan sendirinya dan dengan kesadaran yang besar demi mengabulkan seluruh cita-cita perusahaan dengan dan secara efektif.

Perencanaan dan pengorganisasian akan berjalan kurang baik jika tidak disertai dengan pelaksanaan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan sekali bentuk nyata dari kerja keras, kerjasama dan kerja nyata didalamnya. Pengoptimalan seluruh sumber daya manusia yang ada juga sangat penting, terutama ditujukan untuk mencapai visi, misi dan Planning yang telah diterapkan.

Dalam poin ini, semua sumber daya manusia yang ada harus bekerja sesuai dengan tugas yang dibebankan, fungsi serta peran dan kompetensi dari masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan tersebut.

4.  Controlling

Pengawasan ( Controlling ) adalah proses pengamatan, penentuan standar yang akan diwujudkan, menilai kinerja pelaksanaan, dan jika diperlukan mengambil tindakan korektif, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan semaksimal mngkin dalam mencapai tujuan perusahaan.

Agar pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka akan dibutuhkan pengontrolan yang optimal, baik itu dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi dan audit. 

Tujuan utama dari kegiatan pengawasan adalah menciptakan kegiatan-kegiatan manajemen yang dinamis dan terwujud secara efektif dan efisien. Sesuai dengan perannya dalam sebuah organisasi, Controlling memiliki beberapa fungsi utama :

  • Mencegah terjadinya penyimpangan
  • Memperbaiki kelemahan dan kesalahan, serta menindak penyalahgunaan dan penyelewengan
  • Mendinamisasikan organisasi serta kegiatan dalam manajemen
  • Memperkuat rasa akan tanggung jawab tiap individu
  • Mengambil tindakan korektif jika pelaksanaan menyimpang dari Perencanaan atau standar yang telah ditetapkan.



b.  POLC (Planning, Organizing, Leading, Controling)

Planning (Perencanaan)
Perencanaan atau planning adalah fungsi dari manajemen yang melibatkan pengaturan tujuan dan menentukan tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan memerlukan manajer untuk menyadari kondisi lingkungan yang akan dihadapi organisasi dimasa depan.

Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah fungsi dari manajemen yang mengembangkan struktur organisasi dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi.

Leading (Pengarahan)
Pengarahan adalah fungsi dari manajemen yang melibatkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengambil tindakan yang diambil oleh orang lain. Manajer memimpin secara efektif, untuk bawahan mereka dan mengerahkan upaya untuk mencapai tujuan organisasi.

Controlling (Pengendalian)
Fungsi pengendali dari manajemen memerlukan pemantauan kinerja sehingga memenuhi standar kinerja yang ditetapkan oleh organisasi. 

Pengendalian terdiri dari tiga langkah :
  • Menetapkan standar kinerja
  • Mengukur dan membandingkan kinerja aktual terhadap standar
  • Mengambil tindakan korektif bila diperlukan


Sumber :
http://hakikatbisnis.blogspot.co.id/2015/06/pengertian-poac-dalam-ilmu-manajemen-lengkap.html
http://www.flatworldknowledge.com/pub/1.0/princpls-mgmt-and-org-behavior/pom-introduction-principles-ma/planning-organizing-leading-an/3029
http://kariskaa.blogspot.co.id/2012/06/management-functions.html




3.  FUNGSI MANAJEMEN MENURUT HENRI FAYOL
     
    Henri Fayol mendefinisikan lima fungsi manajemen untuk komponen manajemen dan masih terlihat sangat relevan untuk organisasi. Lima Fungsi ini berfokus pada hubungan antara karyawan dan manajemen dan mereka memberikan titik acuan sehingga masalah dapat diselesaikan dengan cara yang kreatif :

1)  Planning
Menurut Henri Fayol, menyusun rencana yang baik adalah menyusun lima fungsi manajemen yang sangat sulit. Hal ini memerlukan partisipasi dari seluruh organisasi. Waktu dan implementasi, perencanaan harus terhubung dan terkoordinasi pada tingkat yang berbeda.

2)  Organizing
Pengorganisasian dapat berfungsi jika terorganisir dengan baik. Harus ada cukup modal, staf, dan bahan baku sehingga organisasi dapat berjalan dengan baik. Struktur organisasi dengan Divisi baik sangat penting. Ketika jumlah fungsi meningkat, organisasi akan memperluas baik secara horizontal dan vertikal.

3)  Commanding
Mengoptimalkan kembali kepentingan seluruh perusahaan yang sudah dilakukan oleh karyawan. Manajer yang sukses memiliki integritas, berkomunikasi dengan jelas dan memiliki pengetahuan untuk memotivasi tim dan mendorong karyawan untuk mengambil inisiatif.

4)  Coordinating
Koordinasi bertujuan untuk memotivasi dan menyelaraskan pekerjaan-pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi.

5)  Controlling
Untuk mengetahui apakan semua kegiatan berjalan sesuai rencana dan mengidentifikasi kelemahan atau kesalahan oleh mengendalikan umpan balik.

Sumber :
https://yuharariskiyah.wordpress.com/2013/11/26/405/


4.  MANAJEMEN ROLE MENURUT MINTZ BERG

    Henry Mintzberg menyimpulkan bahwa ada 10 peran , peran-peran tersebut dibagai menjadi 3 kategori dasar yaitu:

  • Peran Manajer
  • Peran Manajer
  • Peran Interpersonal.
  • Peran Pemberi Imformasi.
  • Peran Pengambilan keputusan.
  • Peran Interpersonal


Adalah peran sebagai kepala figur , pemimpin , serta penghubung dalam sebuah organisasi dimana peran ini libatkan kesemua hubungan dengan orang lain.
peran manajer : mengajak makan tamu dalam organisasi , menghadiri acara penting dan lain-lain.
peran manajer dalam organisasi : sebagai pemimpin , merekrut , melativ , memotivasi karyawan.
peran manajer sebagai penghubung: sebagai kordinator atau penghubung antar orang dengan organisasi.Aktivitas tersebut bersifat seremonial serta simbolik dari pada aktivitas substantif.

Peran Pemberi Imformasi (imformational roles) mengalir secara alami dari peran penghubung interpersonal, peran dalam pemberian imformasi adalah sebagai berikut :


  • Pengawasan(monitoring), seseorang mencari imformasi yang mungkin berharga.

Manajer sebagai peyebar imformasi (disseminator) , mengirimkan kembali imformasi yang relevan ke orang lain di tempat kerja atau dalam kawasan sebuah organisasi.
komunikasi eksternal , juru bicara (spokesperson) secara formal memberi imformasi kepada orang-orang diluar organisasi.
Peran Pengambilan Keputusan.


  • Peran manajer sebagai penyebaran imformasi pada dasarnya mengarah pada peran pengambilan sebuah keputusan.


Henry Mintzberg mengindetifikasi 4 peran pengambilan keputusan, yaitu :

  • Manajer memiliki peran sebagai wirausahawan(entrepreneur) , inisiator sukarela terhap perubahan.
  • Manajer sebagai penengah keributan (disturbance handler) , menangani masalah mogok kerja , pelanggaran hak cipta , masalah dalam pencitraan organisasi
  • Pengalokasi sumber daya (resources allocator) , manajer memutuskan bagaimana sumber daya di distribusuikan.
  • negosiator (negotiator) , manajer melakukan perundingan dengan organisasi lain sebagai perwakilan atas organisasinya.

Keahlian Manajerial

  • Keahlian Teknis(tecnical skills).

Keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan atau memahami suatu jenis pekerjaan tertentu yang dilakukan dalam sebuah organisasi.
Keterampilan ini sangat penting dikarenakan manajer ini akan menghabiskan waktu dengan melatih bawahan dan menjawab pertanyaan yang menjadi masalah dalam kaitan pekerjaan.

  • Keahlian Interpesonal (interpersonals skills).

kemampuan untuk memahami , memotivasi , dan berkomunikasi dengan individu dan kelompok.

  • Keahlian Konseptual (conceptual skills).

Kemampuan untuk berpikir secara abstrak.
kemampuan ini mampu berpikir secar strategis (gambaran besar) dab untuk membuat keputusan dengan sangat dasar yang luas serta dpat melayani keseluruhan sebuah organisasi.

  • Keahlian Diagnostik (diagnostic skills).

kemampuan manajer untuk memvisualsasikan jawaban yang paling sesuai untuk situasi tertentu.

  • Keahlian Berkomunikasi (communication skills).

Kemampuna diman manajer mengirimkan ide serta imformasi secara efektif kepada orang lain maupun sebaliknya.

  • Keahlian Pengambilan Keputusan (decision making skills).

kemampuan manajer untuk mengenali serta mendefiniskan masalah serta kesempatan untuk memperbaikinya lalu kemudian memilih suatu tindakan utnuk memecahkan masalah.

  • Keahlian Manajemen waktu ( time management skills).

Kemampuan manajer untuk memproritaskan pekerjaan , untuk dapat bekerja secar efisien , serta mendelegasikan secara tepat.

Sumber :
https://www.boundless.com/management/textbooks/boundless-management-textbook/introduction-to-management-1/additional-roles-and-skills-of-managers-20/mintzberg-s-management-roles-127-605/http://www.gurupendidikan.com/10-peran-manajerial-dalam-manajemen-terlengkap/




5.  TEORI ORGANISASI KLASIK

a.  Henri Fayol
Rasa realisme yang besar dapat dilihat dalam karya Henri Fayol (1949) yang dijelaskan "prinsip manajemen" oleh organisasi secara efektif terkontrol.

1)         Division of work

Fayol melihat pekerjaan dibagi menurut keterampilan dan keahlian teknis, setiap item pekerjaan dapat diberikan kepada karyawan yang  mampu mengerjakannya.

2)         Authority and responsibility

Fayol mendefinisikan otoritas sebagai "hak untuk memberikan perintah dan kekuatan". Dia menekankan pentingnya menghubungkan otoritas untuk tanggung jawab.

3)         Discipline

Fayol mendefinisikan disiplin sebagai tanda ketaatan, aplikasi, energi, perilaku hormat kepada atasan.

4)         Unity of command

Setiap tindakan apapun, karyawan harus menerima perintah dari satu atasan saja.

5)         Unity of direction

Satu kepala dan satu rencana untuk kelompok yang memiliki tujuan yang sama.

6)         Subordination of individual interests to the general interest

Kesejahteraan secara keseluruhan untuk kepentingan organisasi, bukan untuk kepentingan antar individu.

7)          Remuneration of personnel

Fayol mencari beberapa prinsip dasar dalam metode pembayaran yang tetap perdebatan, memastikan remunerasi yang adil, tidak akan menyebabkan pembayaran yang berlebihan yang melampaui batas yang wajar.

8)         Centralization

Unsur sentralisasi harus selalu hadir. Perdebatan antara sentralisasi dan desentralisasi menjadi salah satu solusi yang tepat.

9)         Scalar Chain

Jaringan skalar adalah jaringan atau garis komando dari atasan ke bawahan

10)     Order

organisasi yang baik dan pilihan baik sebagai kebutuhan organisasi dengan sumber daya yang efisien

11)     Equity

Untuk mendapatkan keadilan dari karyawan, mereka harus diperlakukan sama rata

12)     Stability of tenure of personnel

Karyawan membutuhkan suatu periode stabilitas dalam pekerjaan untuk memberikan yang terbaik untuk mereka.

13)     Initiative

Fayol memikirkan masalah dan menerapkan solusi adalah pengalaman yang berharga yang berguna untuk meningkatkan motivasi.

14)     Esprit de corps

Manajemen harus mendorong keselarasan dan pemahaman yang tepat antara para pekerja.

b.  Max Weber
Teori manajemen Max Weber disebut teori manajemen birokrasi, dibangun pada prinsip-prinsip yang digariskan oleh Frederick Taylor dalam teori manajemen ilmiah. Seperti Taylor, Weber menganjurkan sebuah sistem yang berdasarkan standar prosedur dan perintah yang jelas. Max Weber memiliki elemen kunci dalam teori birokrasi ini, yaitu:
  • Peran yang didefinisikan secara jelas berdasarkan pekerjaan
  • Hirarki otoritas
  • Prosedur standar
  • Pencatatan teliti
  • Mempekerjakan karyawan jika mereka memenuhi kualifikasi tertentu untuk pekerjaan


c.  Marry Parker Follett
Menurut Marry Parker Follet dalam teori organisasi klasik terdapat hubungan manusia dengan tingkah laku. Didalam Organisasi terdapat sistem sosial dan aspek-aspek psikologis dan sosiologis. Dia menyarankan para manajer untuk menggunakan konflik secara konstruktif dengan menyarankan tiga cara untuk melakukan hal yang sama, yaitu:

  •       Dominasi menyelesaikan konflik
  •       Kompromi
  •       Integrasi untuk menyelesaikan konflik


Sumber : 
https://yuharariskiyah.wordpress.com/2013/11/26/405/
http://www.business.com/management/management-theory-of-mary-parker-follett-key-terms/
http://www.business.com/management/management-theory-of-max-weber/
http://www.hrmguide.co.uk/history/classical_organization_theory_modified.htm




6.  TEORI MACHIAVELLI

Machiavelli berpendapat bahwa raja-raja yang paling sukses bukanlah orang-orang yang bertindak menurut perintah hukum, atau keadilan, atau hati nurani, tetapi mereka bersedia melakukan apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan kekuatan mereka sendiri - dan dengan demikian secara tidak langsung melestarikan urutan negara.
Machiavelli berpendapat  bahwa nilai-nilai yang tinggi, atau yang dianggap tinggi, adalah berhubungan dengan kehidupan dunia, dan ini dipersempit pula hingga kemasyhuran, kemegahan, dan kekuasan belaka. Machiavelli menolak adanya hukum alam, yang seperti telah diketahui adalah hukum yang  berlaku untuk manusia sejagat dan sesuai dengan sifat hukum, mengikat serta menguasai manusia.

Sumber :
http://zakiyudin-fikri.blogspot.co.id/2013/11/pemikiran-politik-machiavelli-politik.html
https://web.cn.edu/kwheeler/machiavelli.html



7.  TEORI MAO ZEDONG

Mao Zedong merupakan fenomena penting dalam perkembangan teori revolusi. Pemikiran-pemikirannya merupakan alternatif bagirevolusi model Soviet yang bertumpu pada kekuatan dan kepemimpinan kaumburuh.
Satu hal yang menyebabkan Mao "lebih unggul" dari Lenin adalah gagasannya mengenai "perang gerilya".
Organisasi yang disiplin, kohesif, dan didukung struktur kepimimpinan yang hierarkis merupakan syarat berhasilnya tujuan yang dimiliki organisasi tersebut.

Sumber :

https://www.marxists.org/history/erol/uk.hightide/mao.htm

8.  FILOSOFI FREDERICK W.TAYLOR

Frederick Winslow Taylor adalah tokoh kontroversial dalam sejarah manajemen. Inovasinya dalam teknik industri, terutama dalam waktu dan gerakan studi, lunas peningkatan dramatis dalam produktivitas.
Unsur-unsur utama dari manajemen ilmiah adalah : "Fungsional studi waktu atau pengawasan khusus Standardisasi Alat dan mengimplementasikan standarisasi metode kerja terpisah perencanaan fungsi manajemen oleh prinsip pengecualian penggunaan".
Slide-aturan dan perangkat hemat waktu serupakan "kartu instruksi untuk pekerja tugas alokasi dan bonus besar untuk sukses kinerja penggunaan sistem asoned 'diferensial tingkat' untuk mengklasifikasikan produk dan mengimplementasikan routing sistem sebuah modern biaya sistem dll " Taylor disebut elemen-elemen ini "hanya unsur-unsur atau rincian mekanisme manajemen"dia melihat mereka sebagai perluasan dari empat prinsip manajemen :
·      pengembangan ilmu sejati
·      pemilihan ilmiah tukang
·      pendidikan ilmiah dan pengembangan tukang
·      akrab dan ramah kerjasama antara manajemen dan orang-orang

Sumber :
http://www.skymark.com/resources/leaders/taylor.asp